Kolaborasi bersama Kepala SMP N 1 Kelapa

Senang dan bangga karena bisa berbagi praktik baik dengan salah satu sekolah penggerak angkatan 2 di Kab. Bangka Barat. Terima kasih atas sambutannya yang hangat.

Si GoE macan (Implementasi Google Worskpace for Education dalam Pembelajaran Pasca Pandemi

Kolaborasi Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung dan Bengkulu

Praktik Baik Multimedia Pembelajaran Interaktif

Kolaborasi Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung dan Ketua MKKS SMP Bangka Barat

Vlog Tugas Akhir PembaTIK Level 4

Pembelajaran Inovatif Berbasis Proyek dengan Memanfaatakan TIK dan Bermuatan Kearifan Lokal

Jumat, 28 Oktober 2022

JABABE (Jawa Barat, Bangka Belitung dan Bengkulu) Berkolaborasi

 


Google meets, 28 Oktober 2022. Jarak, ruang dan waktu sudah tidak menjadi kendala ketika kita harus berkolaborasi di masa kini. Berbeda dengan dulu, untuk sekedar bertegur sapa lewat panggilan telpon akan sangat menguras isi kantong kita. Syukurlah sekarang, dengan teknologi kita bisa bertatap maya untuk durasi yang cukup lama dengan biaya yang murah (karena hanya digunakan untuk membeli kuota internet.

Kegiatan ini didukung oleh Duta Rumah Belajar Bangka Belitung 2018 dan Duta Rumah Belajar Bengkulu 2021. Bertindak sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah; 1. Syarif Firdaus (SRB Bangka Belitung, 2 Rani Pramawanti (SRB Bangka Belitung), 3. Elfison. D (SRB Bengkulu), 4 Mei Winer Gaputri Manik (SRB Bangka Belitung), dan 5. Septia Eka Anggun (SRB Jawa Barat).

Kata sambutan yang pertama disampaikan oleh Ibu Ilfa (DRB Bangka Belitung), Melalui pengalaman hidupnya Bu Ilfa memberikan motivasi kepada peserta (SRB) untuk semangat mengikuti PembaTIK. Bu Ilfa juga berharap agar para SRB menjadi garda terdepan dalam mempercepat transformasi dunia pendidikan. Kata sambutan yang kedua disampaikan oleh Bapak Roni Yulianto (DRB Bengkulu), pada kesempatan ini Pak Roni mengakpresiasi kehadiran peserta webinar. Pesan Pak Roni tetaplah selalu berbagi dan berkolaborasi. Apabila kita sering berbagi maka ilmu justru akan semakin bertambah bukan berkurang. Diakhir Pak Roni mengingatkan semua khususnya para SRB untuk selalu menjaga kesehatan dan jangan lupa berbagi dengan rekan-rekan guru dari belahan bumi lainnya. Tetap semangat!

Sebagai salah satu narasumber webinar, dalam kesempatan ini saya menyampaikan presentasi tentang pemanfaatan fitur sumber belajar pada portal rumah belajar untuk mewujudkan pembelajaran yang berdiferensiasi. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa setiap siswa adalah unik. Maka sudah seharusnya sebagai guru kita menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi agar bisa mengakomodir kebutuhan murid. 

















Selasa, 25 Oktober 2022

Kolaborasi Bersama Kepala SD N 2 Kelapa


SD Negeri 2 Kelapa, 25 Oktober 2022. Berbagi dan berkolaborasi dengan siapa saja dan dimana saja. Kali ini saya berkolaborasi dengan Bapak Zazuli, S.Pd Kepala SD N 2 Kelapa yang pernah diterbangkan ke negeri jiran Malaysia sebagai hadiah atas prestasi beliau. Saat ini saya dan beliau juga sedang mendapatkan tugas sebagai Pengajar Praktik pada Program Guru Penggerak Angkatan 7 di Kabupaten Bangka Barat. Selain aktif sebagai pendidik yang mendapatkan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah, beliau juga adalah seorang youtuber dengan subscriber yang sudah lebih dari 1000. 

Dalam sambutannya beliau sangat mendukung setiap kegiatan yang berbau Teknologi Informasi Komunikasi. Berdasarkan cerita pengalaman kiprahnya di dunia pendidikan ternyata beliau juga pernah mengikuti program PembaTIK, namun karena kesibukan beliau belum sampai di level 4. Antusiasme tim pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah beliau juga cukup baik. Dalam mengikuti sesi berbagi praktik baik ini mereka nampak semangat dan rajin bertanya terkait akun belajar,id, fitur-fitur rumah belajar, dan Platform Merdeka Mengajar.

Meskipun hanya diberikan waktu kurang dari 120 menit. Saya jadi mengetahui bahwa SD N 2 Kelapa adalah salah satu peserta yang juga ikut meramaikan KIHAJAR STEM. Meski belum lolos seleksi pertama paling tidak mereka sudah mencoba. Tentu saja mereka akan kembali mencoba ditahun berikutnya. Pada kesempatan ini juga saya mengajak para pendidik dan tenaga kependidikan untuk mendownload portal Rumah Belajar dan mulai untuk mengenal fitur-fitur di dalamnya.

Klik untuk melihat daftar hadir kegiatan

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan.











 


 

Senin, 24 Oktober 2022

ESTIGA BERBAGI PRAKTIK BAIK


Google Meets, 24 Oktober 2022. Mengusung judul ESTIGA (SD - SMP - SMK) saya Syarif Firdaus, S.Pd., Gr (SMP) bersama dua orang rekan Sahabat Rumah Belajar Bangka Belitung Ibu Rani Pramawanti (SMK) dan Ibu Mei Winer Gaputri Manik (SD) bersefakat untuk berbagi praktik bak dalam pemanfaatan Portal Rumah Belajar, Platform Merdeka Mengajar dan Akun Belajar.id. Kegiatan tersebut diadakan secara tatap maya dan didukung oleh Kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Bangka Belitung Bapak Sukinda, S.Ag., M.M serta Duta Rumah Belajar (DRB) Bangka Belitung Bapak Tedi Hadiana, S.Si dan Ibu Supriyatni, S.Pd.  

Kegiatan webinar dibuka langsung oleh Ketua BTIKP Bangka Belitung, Bapak Sukinda. Dalam sambutannya Beliau sangat mendukung kegiatan semacam ini karena kegiatan ini sangat positif dalam mendukung percepatan transformasi dunia pendidikan. Pak Sukinda juga menyatakan siap ikut berkontribusi apabila dikemudian hari akan diadakan kegiatan serupa, para SRB disarankan untuk mengirimkan surat terkait hal ini ke BTIKP Bangka Belitung. 

Pembicara kedua adalah DRB Bangka Belitung, Ibu Supriyatni atau yang lebih dikenal dengan bu Upik (sapaan akrab beliau). Dalam paparannya beliau tidak lupa mengucapkan selamat kepada para 30 besar Sahabat Rumah Belajar Bangka Belitung yang sudah berhasil masuk ke PembaTIK level 4 (Berbagi dan Berkolaborasi). Bu Upi juga menjelaskan terkait proses PembaTIK yang sudah dan akan dilalui oleh SRB Bangka Belitung dan beliau berharap agar para SRB yang menyelenggarakan webinar ini terpilih menjadi 5 besar dan selanjutnya salah satunya terpilih menjadi Duta Rumah Belajar Bangka Belitung 2022.

Dalam webinar ini saya menyampaikan praktik baik seputar pemanfaatan fitur akun pembelajaran belajar.id (Google Sites, Forms dan Spreadsheets) untuk pelaksanaan penilaian berbasis online. Berikut saya lampirkan slide presentasinya (silakan dklik untuk melihat) Slide presentasi Syarif Firdaus

Sambutan Kepala BTIKP Babel

Presentasi DRB Babel (Ibu Upik)

Presentasi Syarif Firdaus




Presentasi Bu Mei

Presentasi Bu Rani

Berikut tautan untuk melihat daftar hadir kegiatan klik lihat daftar hadir webinar




 




 

Selasa, 11 Oktober 2022

Ada apa di Kanjuruhan?

Sumber foto: Kompas.com

Telah terjadi tragedi memilukan yang terburuk kedua di dunia persepakbolaan internasional. Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022 baru saja selesai menyelenggakan pertandingan liga 1 yang mempertemukan Persebaya Surabaya dan Arema Malang. Skor berakhir 3 - 2 untuk Persebaya. Seusai peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan tentu saja para penonton (supporter Arema Malang) merasa sangat kecewa. Apalagi sebelumnya mereka juga baru saja mengalami kekalahan dari Persib Bandung dan infonya Arema sudah bertahun-tahun tidak pernah kalah bila bertanding di Stadion Kanjuruhan.


Para pemain Arema sadar akan kekewaan pendukung fanatik mereka, oleh sebab itu persis setelah pertandingan selesai mereka bergegas menghampiri supporter untuk meminta maaf karena gagal pada perdandingan malam ini. Ketika para pemain dan tim official sedang berkumpul ditengah lapangan untuk meminta maaf datanglah beberapa orang supporter yang sebelumnya memanjat agar pembatas untuk menghampiri tim kesayangannya yang baru saja kalah.


Nampak ada video yang beredar beberapa supporter yang berhasil memanjat pagar ini disambut baik oleh pemain Arema. Petugas pengamanan tentu saja tidak membenarkan hal ini karena bisa memicu massa lebih banyak yang akan turun ke lapangan. Benar saja, supporter bercampur massa penonton tumpah ruah di lapangan menghampiri pemain Arema. Akhirnya sesuai standar operasional petugas pengamanan langsung mengamankan para pemain dan tim official ke dalam stadion.


Masa yang turun semakin banyak. Mungkin karena masih kesal karena baru saja kalah, mungkin juga karena terprovokasi oleh massa yang lain. Faktanya dari video yang beredar tidak sedikit suppporter atau penonton yang masih sabar duduk di tribun meneriaki rekan-rekan mereka untuk kembali duduk di tribun penonton. Masa yang sudah sulit dikendalikan membuat petugas pengamanan menaikkan tempo pengamanan. Dari video yang viral nampak ada oknum TNI bahkan mengeluarkan tendangan Wiro Sableng untuk menertibkan seorang penonton, ada juga penonton yang mencoba mengingatkan beberapa oknum Polisi untuk tidak menembakkan gas air mata karena banyak perempuan dan anak-anak di tribun. Meskipun dikabarkan penonton ini bukannya didengar tapi justru dibentak bahkan dipukul oleh oknum pengamanan yang lain.


Kisruh berbuah rusuh pun dimulai. Massa yang berhamburan diarahkan keluar melalui tribun no. 11, 12, dan 13. Beberapa aparat dengan gagah berani menembakkan puluhan gas air mata (kalau membaca diberita ada sekitar 40an gas air mata yang ditembakkan, dan info dari MABES POLRI gas air matanya beragam , tidak 1 jenis)


Faktanya, massa yang turun mulai anarkis, massa yang terlalu banyak menyulitkan petugas pengamanan dalam menertibkan/menjalankan tugas, gas air mata mungkin terpaksa digunakan, penggunaan gas air mata SALAH / tidak sesuai statuta FIFA, dan lebih dari 100 orang meregang nyawa malam itu. Itulah fakta-faktanya. Mengenai mengapa korban-korban itu meninggal? mengenai mengapa massa anarkis? mengenai mengapa terjadi kerusuhan? mengenai mengapa gas air mata ditembakkan? semua itu sudah TIDAK PENTING... karena yang terpenting adalah ADA RATUSAN NYAWA MELAYANG yang tidak bisa keluar karena pintu stadion masih dikunci, yang tidak bisa lari karena terinjak-injak, terkepung dan tersedak gas air mata, kehabisan udara segar dibawah tumpukan manusia yang juga mencoba bertahan hidup, itulah fakta-fakta pahit yang tidak terbantahkan.


Tentu harus ada pihak yang harus bertanggung jawab dari peristiwa memilukan sekaligus memalukan ini. Dimana bangsa ini terkenal ramah tamah dimana dunia, dimana bangsa ini terkenal memiliki bentangan alam yang indah, dimana bangsa ini sangat terkenal menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan dengan ragam suku bangsa dan agama. Lalu siapa yang harus BERTANGGUNG JAWAB??? MEREKA yang berjiwa besar dan kesatria lah yang harus bertanggung jawab.


Innalillahi wainnailaihi rojiun. Setiap yang bernyawa PASTI akan mati begitupun setiap yang menjabat PASTI akan diganti. Pura-pura tidak tahu tragedi menyesakkan ini, pura-pura lupa, pura-pura bodoh, pura-pura tidak tahu tentu akan berbuah derita pada akhirnya nanti, karena kehidupan tidak berkahir di dunia.

Gerakan Literasi Digital Sekolah

Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. (https://id.wikipedia.org/wiki/Literasi)

Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya.

SMP Negeri 1 Kelapa melaksanakan Gerakan Literasi Digital Sekolah (GLDS) sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam memanfaatkan gawai pintar / smartphone yang mereka miliki untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh warga SMP Negeri 1 Kelapa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap hari selasa selama 30 menit dimulai pada pukul 07.30 pagi. Hadirnya GLDS diharapkan dapat membuka wawasan warga sekolah bahwa selain menjadi alat komunikasi dan alat permaianan, gawai pintar/smartphone juga memiliki manfaat yang sangat besar bagi mereka.



Senin, 13 Desember 2021

Apresiasi REFO Indonesia untuk Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Aktivasi akun Belajar.id semakin giat dilaksanakan. Sebagian besar Dinas Pendidikan Kabupaten se Indonesia bahkan sudah mengeluarkan surat edaran terkait aktivasi akun Belajar.id. Melalui REFO Indonesia Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi sudah membuat akun Belajar.id untuk seluruh pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik dari semua jenjang mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK.

Akun Belajar.id adalah akun Google Workspace for Education yang memiliki banyak sekali fitur menarik, diantaranya fitur Google Drive (Cloud Storage dengan kapasitas unlimited), Google Meet yang bisa mengakomodir peserta hingga 100 orang, dan masih banyak lagi.

REFO Indonesia melalui para alumni Program Google Master Trainer (GMT) yang telah menghasilkan ribuan Google Certified Educator level 1 dan 2 dari seluruh penjuru Indonesia bahkan dari luar negeri memberikan apresiasi kaos polo REFO kepada seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan kepada para alumni GMT yang sudah menjadi Google Certified Educator

Gerakan aktivasi akun Belajar.id ini diberi nama TERBANG BERSAMA BELAJAR.ID. Pada Kabupaten Bangka Barat, aktivasi akun Belajar.id bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan sudah sudah mencapai 32 persen. Berikut dokumentasi penyerahan souvenir kaos REFO Indonesia ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat. Souvenir diberikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bpk. Drs. Rukiman, M.Si dan Kabid. PTK Bpk. Henky, S.Pd.



Penyerahan souvenir REFO Indonesia kepada Kabid PTK Disdikpora Babar Bpk. Henky, S.Pd.


       

Rabu, 08 Desember 2021

Aktivasi Akun Belajar.id One Day One School

Banyak pendidik dan tenaga kependidikan belum memahami tentang manfaat dibalik akun Belajar.id. Oleh sebab itu sebagai salah satu Sahabat Rumah Belajar Kep. Bangka Belitung 2021 saya berkewajiban mendampingi rekan - rekan pendidik untuk mengaktifkan akun Belajar.id mereka. 

Program pendampingan aktivasi akun Belajar.id ini saya rencanakan dilakukan secara rutin dengan target one day one school (satu hari satu sekolah). Program ini telah dimulai sejak Selasa, 8 Desember 2021 dan akan berakhir pada waktu yang belum ditentukan. 

Pada dasarnya hampir semua pendidik dan tenaga kependidikan cukup mampu dan terampil dalam penggunaan smartphone atau gawai pintar. Oleh karena itu pada saat pendampingan, hampir seluruh peserta bisa melakukan aktivasi dengan mandiri. 

Kendala yang ditemui biasanya adalah kebiasaan pendidik dan tenaga kependidikan yang tidak memiliki atau mengatur kata sandi (pola kunci) pada gawai mereka. Hal ini akan berdampak pada kinerja akun Belajar.id. Dimana akun ini adalah akun Google Workspace for Education yang memiliki keamanan tingkat tinggi dan mengharuskan bagi pemilik akun untuk mensetting sandi (pola kunci) pada gawai / smartphone yang akan digunakan. Berbeda bila aktivasi dilakukan dengan komputer desktop/laptop, dimana kata sandi (password) pada alat (device) tidak diperlukan.   

Terima kasih kepada para Kepala Sekolah yang sudah menyambut baik program ini dengan memberikan kesempatan kepada saya untuk melakukan pendampingan aktivasi akun Belajar.id. Sukses untuk kita semua.