Kolaborasi bersama Kepala SMP N 1 Kelapa

Senang dan bangga karena bisa berbagi praktik baik dengan salah satu sekolah penggerak angkatan 2 di Kab. Bangka Barat. Terima kasih atas sambutannya yang hangat.

Si GoE macan (Implementasi Google Worskpace for Education dalam Pembelajaran Pasca Pandemi

Kolaborasi Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung dan Bengkulu

Praktik Baik Multimedia Pembelajaran Interaktif

Kolaborasi Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung dan Ketua MKKS SMP Bangka Barat

Vlog Tugas Akhir PembaTIK Level 4

Pembelajaran Inovatif Berbasis Proyek dengan Memanfaatakan TIK dan Bermuatan Kearifan Lokal

Sabtu, 14 Oktober 2023

Praktik Baik Pemanfaatan TIK dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

BagiSembako#2. Kombel Garuda Batik 22 PMM. GARUDA BATIK (Gerakan Guru Muda Berbagi TIK) menyelenggarakan 3 seri webinar Berbagi dan Berkolaborasi antar Sahabat Teknologi Nusantara, ini adalah seri pertama yang mengadirkan 3 narasumber dari 3 pulau yang berbeda yaitu Jawa, Bangka dan Lombok. Kolaborasi ini sudah terjalin selamat 1 tahun karena penggerak komunitas belajar Garuda Batik adalah runner up pembaTIK tahun 2022. 
Webinar seri pertama ini menghadirkan Bapak Dedi Sulaiman, S.Pd (Duta Teknologi Bangka Belitung 2021) sebagai keynote speaker. Sebagai Moderator pada kegiatan ini adalah Ibu Gusdepilast. J. S yang merupakan sahabat teknologi Sumatera Utara dan bertindak sebagai host Bapak Randy Oktari (sahabat teknologi Sumatera Selatan). Berikut ini narasumber webinar:
  1. Rofiana (Sahabat Teknologi D. I. Yogyakarta)
  2. Syarif Firdaus (Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung)
  3. Panji Setiawan (Sahabat Teknologi Nusa Tenggara Barat)
Dalam sambutannya Pak Dedi (Duta Teknologi) menyambut baik terlaksananya kolaborasi ini, apalagi kolaborasi ini adalah kolaborasi lintas provinsi bahkan lintas pulau. Ini menandakan bahwa di era sekarang, untuk berbagi dan berkolaborasi dengan siapapun dan dari mana pun sangat dimungkinkan. Tidak lupa Pak Dedi memotivasi kami para sahabat teknologi untuk saling mendukung dalam mengikuti pembaTIK level 4 ini. 
Pada webinar ini saya membagikan praktik baik pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif dalam Pembelajaran. Saya membahasnya dengan alur STAR (Situasi-Tantangan-Aksi-Refleksi/hasil). Pada tahap situasi, kita sepakat bahwa teknologi informasi komunikasi berkembang dengan sangat pesat. Semua sektor tersentuh termasuk sektor pendidikan. Para siswa juga sudah sangat akrab dengan teknologi ini dan sebagai guru kita berkewajiban untuk mengalihkan anak yang bermain HP hanya untuk bermain ke bermain HP untuk belajar. Ini adalah tantangan bagi para guru di Indonesia untuk mengatur siasat membuat media / modul pembelajaran yang terintegrasi dengan TIK. Untuk membuat/menyusun media/modul berbasis TIK aksi awal yang bisa dilakukan guru adalah mengoptimalkan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM), disana guru dapat menemukan beragam referensi tentang praktik baik apa yang bisa Bapak/Ibu guru lakukan atau media/modul apa yang bisa Bapak/Ibu susun dengan mengadaptasi karya-karya guru yang ada di PMM. Hasil dari Pemanfaatan MPI adalah anak lebih senang belajar karena selain materi ajar, di dalam MPI terdapat asesmen yang dikemas dalam permainan.   
  
Klik untuk melihat daftar hadir kegiatan ini

Rabu, 11 Oktober 2023

Berbagi Praktik Baik Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif dalam Pembelajaran dan Optimalisasi Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM)

BagiSembako#1. Rabu, 11 Oktober 2023

SMP Negeri 3 Kelapa

BAGI SEMBAKO adalah akronim dari sahaBAt teknoloGI SEMangat BerbAgi dan berKOlaborasi. Saya mengawali giat ini di SMP Negeri 3 Kelapa, sekolah ini berjarak sekitar 7 km dari sekolah saya, berada di desa Pusuk. Setelah sempat berkoordinasi dengan Kepala Sekolahnya melalui whatsApps beberapa hari sebelumnya maka pada hari ini saya berangkat ke sekolah tersebut untuk berbagi praktik baik yang telah saya lakukan. Setiba di sekolah tersebut saya disambut hangat oleh Bapak Bakhtiar Ibrahim, S.Pd (Kepala Sekolah Muda dengan visi luar biasa). Beliau dulunya adalah guru mata pelajaran Bahasa Inggris dan sangat aktif di kepengurusan Musyarawah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten, saat ini beliau sedang menjalani Pendidikan Calon Guru Penggerak angkatan 9. Ini adalah tahun kedua Bapak Bakhtiar Ibrahim memimpin sekolah ini. 

Ada 10 orang pendidik dan tenaga kependidikan yang siap menerima paparannya praktik baik dari saya. Setelah Bapak Kepala Sekolah memberikan kata pengantar kegiatan saya pun memulai presentasi. Namun sebelum presentasi, saya mencoba untuk memberikan asesmen awal pembelajaran berupa pertanyaan sederhana, "Aplikasi digital apa yang sering Bapak/Ibu gunakan untuk mendukung proses pembelajaran?" Respon dari beberapa guru tampak ragu menyebutkan aplikasi-aplikasi yang ada diujung lidah mereka. Saya pun meyakinkan mereka untuk menyebutkan saja, tidak perlu ragu apalagi malu. Seakan berbisik ada guru yang menyebutkan Power Point, Google, Youtube, ... Saya pun menanggapi jawaban tersebut dengan positif. Berikutnya saya memulai presentasi yang mungkin akan sebentar saja karena hanya beberapa slide saja yang saya tayangkan, tentu saja merujuk alur STAR (Situation, Task, Action, Result) dengan pertanyaan pemantik Benarkah Multimedia Pembelajaran Interaktif dapat membuat pembelajaran menjadi lebih baik? Setelah presentasi selasai, beberapa dari guru nampak bertanya.

Pertanyaan pertama langsung dari Kepala Sekolah, "Bagaimana membuat tampilan MPI tadi dimana ada foto yang bisa berbicara?" Jawaban saya, saya menggunakan AI yang ada pada Aplikasi Canva for Education, nama aplikasinya adalah D-ID AI Presenters. Saya langsung mencontohkan cara membuatnya. Selanjutnya saya mencoba menjelaskan fitur Google Slides yang sebaiknya digunakan apabila guru ingin membuat media Pembelajaran yang menggunakan video youtube. Agar video yang diinput kedalam Google Slides tidak lagi mengandung iklan, saya juga mempraktikkan bagaimana cara melakukannya.

Materi terakhir saya adalah Optimalisasi Pemanfaatan Paltform Merdeka Mengajar (PMM). Ternyata di SMP Negeri 3 Kelapa belum ada komunitas belajar yang terdaftar di PMM, hal ini mungkin dikarenakan belum ada guru yang menuntaskan sekurang-kurangnya 2 modul wajib dalam PMM. Meski begitu saya berharap agar komunitas belajar di dalam sekolah tetap terbentuk. 










   

    


Senin, 09 Oktober 2023

Belajar Sambil Bermain?

Banyak sekali anak-anak dan pelajar lebih menikmati permainan game pada gawainya daripada belajar. Lalu siapa yang harus disalahkan dalam situasi ini? orangtua, guru atau justru si anak itu sendiri yang harus sadar bahwa belajar itu juga tidak kalah penting dari bermain. Tidak bisa kita pungkiri bahwa tidak sedikit orangtua lalai dalam memantau tumbuh kembang anak-anaknya. Hal ini mungkin karena kesibukan mereka dalam mencari nafkah, di sisi guru juga mungkin adalah permasalahan misalnya guru yang tidak mau mencoba hal baru maka akan tampak kurang menarik dimata para siswa. Bagaimana dengan situasi dimana anak sudah mendapatkan perhatian/dukungan orangtua dan fasilitasi dari para gurunya namun anak tersebut tetap mau merubah prilaku atau semangat belajarnya tetap saja tidak terpacu? Dalam situasi ini tentu saja baik guru dan orang tua tidak bisa melepas tanggungjawabnya, mereka harus tetap bersinergi dan berkolaborasi dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak ke arah yang lebih baik.
Bagi guru, sangat penting untuk terus menggali potensi untuk menemukan ragam strategi yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Game adalah salah satunya, game bisa menjadi pemicu anak untuk belajar. Maka seorang guru harus mampu membuat pelajaran dalam kemasan permainan. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan guru adalah wordwall.com, aplikasi ini gratis dan tidak perlu di download. Cara menggunakannya juga cukup mudah dan sederhana. Ada ragam permaian disana, beberapa diantaranya acak kata, temukan kata, kata misteri dan sebagainya. 
Untuk akun demo, guru akan diberikan kesempatan 5 kali untuk membuat permainan dengan muatan pelajaran. Guru dapat melakukan upgrade akun, apabila berminat menambah permainan dan membuka permainan yang dikunci pada mode gratis.
berikut ini saya sajikan salah satu permaian dari wordwall.com. SELAMAT BELAJAR SAMBIL BERMAIN!




Kuliah Umum PembaTIK Level 4 2023

 

Zoom meeting, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan PembaTIK level 4 yang akan membekali peserta PembaTIK level 4 dengan wawasan membangun mindset inovator, pembelajaran di era digital, komunikasi digital, kolaborasi, dan public speaking.
Menghadirkan narasumber-narasumber hebat:
1. Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek | Ir. Suharti, M.A., Ph.D.
2. Dirjen GTK Kemendikbudristek | Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd.
3. Kepala Pusdatin Kemendikbudristek | Dr. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si.
4. Kepala Balai Layanan Platform Teknologi | Wibowo Mukti, M.Si
5. Lenang Manggala | Founder Nyalanesia
6. Dr. Uwes Anis Chaeruman, M.Pd | Dosen Universitas Negeri Jakarta
7. Sherly Annavita Rahmi | Konten Kreator
8. Epi Suhaepi| Duta Teknologi Banten 2021

Moderator:
Kajuliven Wattimena | Duta Teknologi Maluku 2019
Rolla Fardila | Duta Teknologi Jawa Barat 2022
Rini Sri Lestari | Duta Teknologi Yogyakarta 2022
I Made Agus Saputrayasa| Duta Teknologi Bali 2022
Meydia Afrina| Duta Teknologi Bengkulu 2022
Rahmat Hidayat | Duta Teknologi Jambi 2022

Semangat berkolaborasi untuk “Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar”


Minggu, 08 Oktober 2023

GARUDA BATIK 22

Program pembaTIK (pembelajaran berbasis Teknologi Informasi Komunikasi) mempertemukan kami dalam sebuah ekosistem berbagi dan berkolaborasi. Program yang sejak 2017 sampai sekarang konsisten diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek menjadi wahana bagi seluruh guru untuk belajar dan bertransformasi. Pada tahun 2022 kami beruntung menjadi terbaik kedua pada program ini dan dipertemukan di Jakarta dalam kegiatan Upgrading (Peningkatan Kapasitas) Penggerak Komunitas Belajar.  


Tahun 2023 kami kebali berjuang mengikuti pembaTIK 2023, tidak banyak dari kami yang berkesempatan mengikuti tahapan pembaTIK kali ini. Beberapa dari kami ada yang harus memilih untuk tidak melangkah di pembaTIK, tentu saja bukan karena mereka malas namun karena dalam waktu bersamaan kesibukan/program yang mereka ikuti tidak kalah pentingnya bagi pengembangan diri mereka. Ada yang mengikuti Pendidikan Guru Penggerak, ada juga yang menjalani peran sebagai Pengajar Praktik dan atau Fasilitator pada Pendidikan Guru Penggerak, dan ada juga yang sudah diangkat menjadi Kepala Sekolah. 
GARUDA BATIK 22 (Gerakan Guru Muda Berbasis TIK tahun 2022) menjadi anak kandung kami para runner up pembaTIK 2022, ini adalah komunitas belajar yang kini juga hadir di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Ada niat tulus menjaga silaturahim dan memupuk semangat berbagi dan berkolaborasi di dalam komunitas belajar ini. 
Mari bersemangat untuk "Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar"




Kamis, 03 November 2022

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila "Suara Demokrasi"

Kelapa, 1 November 2022. Sebagai salah satu sekolah penggerak angkatan 2 kab. Bangka Barat. SMP Negeri 1 Kelapa mulai melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan ini direncakan akan dilaksanakan selama 3 minggu, yaitu minggu pertama, kedua dan ketiga di bulan November. Kali ini SMP Negeri 1 mengangkat Tema Suara Demokrasi. Koordinator kegiatan P5 kali ini adalah; Syarif Firdaus (guru mata pelajaran Bahasa Inggris), Saraswati (Matermatika), Cicih Sukaesih (Pendidikan Kewarganegaraan), dan Romario Agustino (Penjaskes). Selain 4 orang tersebut pelaksana projek perdana di SMP Negeri 1 Kelapa ini adalah seluruh tenaga pendidik yang mengajar kelas VII. 

Jadwal kegiatan projek disesuaikan dengan dengan jadwal pelajaran sehingga tidak terjadi perbedaan waktu istirahat dan waktu pulang. Oleh sebab itu selama kegiatan projek, agenda rutin sekolah seperti: Upacara bendera, gerakan literasi digital, tadarus al quran, dan senam kesegaran jasmani tetap seperti biasa dilakukan. 

Untuk mendukung pelaksanaan projek P5 koordinator kegiatan memanfaatkan fitur Google Workspace For Education; Google sites sebagai website sederhana untuk membantu pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila. Dalam penugasan koordinator juga memanfaatkan beberapa fitur GWE yang lain seperti; Google Docs, Google Slides, dan Google Spreadsheets. Selain aplikasi tersebut peserta didik juga bisa memanfaatkan aplikasi yang lain seperti Canva, Facebook, Youtube, Cup Cut, Tik Tok, Instagram, Pics Art, dan sebagainya. Peserta didik diberikan kemerdekaan untuk memilih media yang akan digunakan dalam mengerjakan tugas-tugas projek P5. 



Klik untuk melihat website P5                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           

Selasa, 01 November 2022

Bersama Rumah Belajar Wujudkan Pembelajaran Berdiferensiasi

 


Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar. Itu adalah tema besar PembaTIK tahun 2022. Sungguh bangga sekali bisa mengikuti program ini sampai dengan level 4 (Berbagi dan Berkolaborasi). Tidak sedikit peserta yang menyerah ditengah jalan. Alasan umumnya adalah "tidak sempat," yah begitulah... waktu sangat berharga. Bahkan manajemen waktu yang salah bisa menyebabkan kita tinggal nama. Seperti kata pepatah Arab "Waktu adalah pedang." Sejujurnya memang sangat sulit untuk memanajemen waktu mengingat tugas pokok sudah menunggu, tapi bukan tidak mungkin bahwa waktu bisa diatur, dimanfaatkan dengan terukur, meskipun kadang kita sampai tertidur.

Kali ini, saya mengangkat judul Vlog Bersama Rumah Belajar Wujudkan Pembelajaran Berdiferensiasi. Di dalamnya terdapat praktik baik saya dalam memanfaatkan fitur Sumber Belajar dari Portal Rumah Belajar. Saya mengajar Bahasa Inggris SMP di kelas IX. Terdapat materi tentang Prosedure Text. Sebelum memulai pelajaran saya harus memberikan asesmen awal pembelajaan untuk mengetahui kesiapan peserta didik dalam menerima materi (kognitif) dan saya juga harus mengetahui kebutuhan peserta didik, salah satunya terkait ragam gaya belajar peserta didik (non kognitif). Kedua hasil asesmen ini akan sangat berguna bagi saya.

Berdasarkan hasil asesmen kognitif, sebagian besar peserta didik sudah mengetahui, materi yang akan dipelajari. Terkait gaya belajar, ada 3 gaya belajar umum yang dimiliki peserta didik yaitu: Gaya belajar visual yaitu gaya belajar yang mengandalkan penglihatan, gaya belajar aditori yang mengandalkan pendengaran, dan gaya belajar kinestetik yang mengutamakan praktik secara langsung.

Untuk peserta didik dengan gaya belajar visual, saya menghadirkan salah satu video pembelajaran dari fitur sumber belajar portal rumah belajar. Materi yang kali ini saya ajarkan adalah teks prosedur. Sementara untuk peserta didik dengan gaya belajar auditori maka saya harus lebih banyak menjelaskan secara langsung kepada mereka. Sangat berbeda dengan peserta didik dengan gaya belajar kinestetik dimana mereka lebih berorientasi kepada praktik daripada teori, maka saya cukup berikan Modul Ajar dan Lembar Kerja Peserta Didik maka mereka langsung praktik dengan merujuk dari contoh-contoh yang tesedia di dalam modul ajar dan LKPD.    

Didalam vlog tugas akhir ini saya juga menampilkan dokumentasi dari hasil kolaborasi saya bersama Sahabat Rumah Belajar dari sesama Bangka Belitung, dari Prov. Sumatera Selatan, Prov. Bengkulu, Prov. Lampung bahkan Prov. Jawa Barat. Kegiatan kami juga di dukung oleh Kepala SD N 2 Kelapa, Kepala BTIKP Bangka Belitung, Duta Rumah Belajar Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung dan Jawa Barat, Dinas Pendidikan OKU Selatan, dan pihak-pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Adapun laporan terkait penyelenggaraan kolaborasi secara daring dan luring tersaji di dalam blog ini. Terima kasih