Kolaborasi bersama Kepala SMP N 1 Kelapa

Senang dan bangga karena bisa berbagi praktik baik dengan salah satu sekolah penggerak angkatan 2 di Kab. Bangka Barat. Terima kasih atas sambutannya yang hangat.

Si GoE macan (Implementasi Google Worskpace for Education dalam Pembelajaran Pasca Pandemi

Kolaborasi Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung dan Bengkulu

Praktik Baik Multimedia Pembelajaran Interaktif

Kolaborasi Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung dan Ketua MKKS SMP Bangka Barat

Vlog Tugas Akhir PembaTIK Level 4

Pembelajaran Inovatif Berbasis Proyek dengan Memanfaatakan TIK dan Bermuatan Kearifan Lokal

Minggu, 17 November 2024

5 langkah mudah membagikan file Canva

Langkah pertama:

Setelah selesai membuat karya, pastikan kalian sudah menuliskan nama dan kelas pada lembar kerja kalian. Kemudian klik tanda berbagi dipojok kanan atas (tanda panah keatas).  

Langkah 1




















Langkah kedua:
Klik bagikan tautan (disarankan)

Langkah 2



Langkah ketiga:
Ubah pengaturan pada Tautan kolaborasi, agar siapa saja bisa mengakses tugas kalian.
Langkah 3



Langkah keempat:
Ubah Tautan kolaborasi menjadi; Yang punya tautan (semua orang dapat mengkases desain dengan tautan ini), pilih bisa lihat (seperti pada contoh foto)
Langkah 4

Langkah kelima:
Salin link (klik copy) lalu kirimkan link pada form pengumpulan tugas PPPPP.



Jumat, 15 November 2024

Koneksi Antar Materi 3.3. Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid

Koneksi Antar Materi Modul 3.3. Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid

CGP Rekognisi: Syarif Firdaus

Angkatan 11 BBGP Jawa Timur


  1. Perasaan setelah mempelajari Modul 3.3. Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid.

Setelah mempelajari Modul 3.3, saya merasa semakin terdorong untuk menjadi seorang guru yang lebih proaktif dalam merancang dan mengimplementasikan program-program yang benar-benar berdampak positif pada murid. Modul ini telah membuka wawasan saya tentang pentingnya melibatkan murid dalam setiap tahap pengembangan program, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Selain itu, saya juga merasa lebih percaya diri dalam mengelola proyek-proyek pembelajaran yang inovatif dan bermakna.

Apa yang sudah baik berkaitan dengan keterlibatan saya dalam proses belajar:

  • Terbuka terhadap inovasi: Saya selalu berusaha untuk mencoba metode pembelajaran yang baru dan menarik bagi siswa.

  • Fokus pada murid: Saya selalu berusaha untuk menempatkan kebutuhan dan minat siswa sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan pembelajaran.

  • Reflektif: Saya selalu berusaha untuk merefleksikan setiap kegiatan pembelajaran yang saya lakukan untuk mencari cara-cara untuk meningkatkannya.

Apa yang perlu diperbaiki terkait dengan keterlibatan saya dalam proses belajar:

  • Keterlibatan siswa: Meskipun sudah berusaha untuk melibatkan siswa, saya merasa masih perlu meningkatkan lagi cara saya melibatkan siswa dalam proses pengambilan keputusan terkait program yang akan dilaksanakan.

  • Evaluasi yang lebih mendalam: Saya perlu melakukan evaluasi yang lebih mendalam terhadap program yang saya lakukan, tidak hanya sekedar melihat hasil akhir, tetapi juga menganalisis proses pembelajaran yang terjadi.

  • Kolaborasi: Saya perlu lebih aktif dalam menjalin kerjasama dengan rekan guru dan pihak lain yang terkait dalam pelaksanaan program.

Keterkaitan terhadap kompetensi dan kematangan diri pribadi:

Modul 3.3 ini telah membantu saya untuk mengembangkan beberapa kompetensi penting, antara lain:

  • Kepemimpinan pedagogis: Modul ini telah meningkatkan kemampuan saya dalam memimpin proses pembelajaran yang berpusat pada siswa.

  • Keterampilan kolaborasi: Modul ini telah mengajarkan saya pentingnya bekerja sama dengan rekan sejawat dan pihak lain untuk mencapai tujuan bersama.

  • Keterampilan komunikasi: Modul ini telah meningkatkan kemampuan saya dalam berkomunikasi dengan siswa, orang tua, dan rekan sejawat.

Selain itu, modul ini juga telah membantu saya untuk menjadi pribadi yang lebih:

  • Reflektif: Saya menjadi lebih sering merenungkan tindakan dan keputusan saya.

  • Kreatif: Saya menjadi lebih berani untuk mencoba hal-hal baru.

  • Berorientasi pada proses: Saya menjadi lebih fokus pada proses karena pembelajaran adalah sebuah perjalanan, bukan hanya tujuan akhir.

  1. Intisari yang didapatkan dari Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid.

Intisari utama yang saya dapatkan dari Modul 3.3 adalah bahwa keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari output yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan oleh murid. Program yang berdampak positif adalah program yang mampu mengembangkan potensi murid secara holistik, baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Modul ini juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti sesama guru, orang tua, dan komunitas, dalam merancang dan melaksanakan program.


  1. Keterkaitan Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid dengan modul-modul sebelumnya.

Modul 3.3 memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan modul-modul sebelumnya, terutama yang membahas tentang pembelajaran yang berpusat pada murid dan kepemimpinan pembelajaran. Modul 3.3 merupakan implementasi konkret dari konsep-konsep yang telah dipelajari sebelumnya. Misalnya, konsep pembelajaran yang berpusat pada murid menjadi dasar dalam merancang program yang relevan dengan kebutuhan dan minat murid. Sedangkan konsep kepemimpinan pembelajaran menjadi kunci dalam mengelola dan memimpin tim dalam melaksanakan program.


  1. Perspektif tentang program yang berdampak positif pada murid. Bagaimana seharusnya program-program atau kegiatan sekolah harus direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi agar program-program tersebut dapat berdampak positif pada murid?

Program yang berdampak positif pada murid haruslah dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi dengan memperhatikan aspek-aspek berikut:

  • Perencanaan

    • Berorientasi pada murid: Libatkan murid dalam proses perencanaan untuk memastikan program relevan dengan kebutuhan dan minat mereka.

    • Berbasis data: Gunakan data untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran murid dan merancang program yang tepat.

    • Kolaboratif: Melibatkan berbagai pihak terkait, seperti guru, orang tua, dan komunitas, dalam perencanaan program.

  • Pelaksanaan

    • Kreatif dan inovatif: Gunakan berbagai metode pembelajaran yang menarik dan menantang.

    • Fleksibel: Sesuaikan program dengan kondisi dan perkembangan murid.

    • Berkelanjutan: Pastikan program dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan.

  • Evaluasi

    • Berbasis bukti: Gunakan berbagai instrumen untuk mengumpulkan data tentang keberhasilan program.

    • Reflektif: Lakukan refleksi secara berkala untuk memperbaiki program.

    • Partisipatif: Melibatkan murid dalam proses evaluasi untuk mendapatkan umpan balik yang berharga.

Contoh program yang berdampak positif pada murid:

Sebagai contoh, sebuah program pengembangan minat dan bakat siswa dapat dirancang dengan melibatkan siswa dalam memilih kegiatan yang mereka minati, menyediakan fasilitas dan mentor yang kompeten, serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk menampilkan hasil karya mereka. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa, mengembangkan keterampilan khusus, dan memperluas jejaring sosial mereka.

Pada saat menjelang pelaksanaan classmeeting, saya mengundang semua fungsionari OSIS dan perwakilan setiap kelas untuk menentukan apa-apa saja jenis perlombaan yang akan dilombakan pada classmeeting. Saat ini lomba yang paling diminati siswa ada e sport (Mobile legend, Free Firee, PUBG dan sebagainya). Itulah bentuk suara dari siswa, selanjutnya mereka memilih sendiri mana yang akan dilombakan dengan mempertimbangkan kecukupan waktu dan ketersediaan anggaran. Pada saat pelaksanaan, saya bernafas lega karena, semua siswa sudah paham tentang apa-apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh. Ini semua karena mereka merasa memiliki lomba ini, sehingga mereka mengikutinya dengan baik dan antusias.




Minggu, 10 November 2024

Panduan Lengkap Membuat Poster Film Bertema Demokrasi

Berikut ini adalah unsur-unsur penting dalam poster film bertema demokrasi. Poster film adalah wajah pertama yang dilihat penonton, jadi desainnya harus menarik perhatian dan menyampaikan pesan yang kuat. Berikut beberapa unsur yang bisa kamu pertimbangkan:

1. Visual yang Menarik dan Relevan

  • Gambar utama: Pilih gambar yang kuat dan relevan dengan tema demokrasi. Ini bisa berupa:
    • Kerumunan orang yang sedang berdemonstrasi atau berpidato.
    • Kotak suara atau surat suara sebagai simbol pemilihan umum.
    • Tangan yang mengangkat bendera atau spanduk bertuliskan slogan demokrasi.
    • Wajah-wajah beragam yang mewakili keberagaman dalam demokrasi.
  • Warna: Gunakan kombinasi warna yang kuat dan kontras untuk menarik perhatian. Warna merah, putih, dan biru sering diasosiasikan dengan demokrasi di banyak negara, tetapi kamu juga bisa bereksperimen dengan warna lain yang sesuai dengan nuansa filmmu.
  • Tipografi: Pilih font (jenis huruf) yang jelas, mudah dibaca, dan sesuai dengan tema. Font yang tegas dan berkarakter bisa memberikan kesan kuat, sedangkan font yang lebih lembut bisa menciptakan suasana yang lebih hangat.

2. Elemen Grafis yang Mendukung

  • Ilustrasi: Gunakan ilustrasi untuk menyampaikan pesan yang lebih abstrak atau simbolis. Misalnya, ilustrasi tangan yang menggenggam dunia bisa melambangkan demokrasi global.
  • Simbol: Gunakan simbol-simbol universal yang terkait dengan demokrasi, seperti patung Liberty, burung merpati, atau pohon demokrasi.
  • Grafis yang dinamis: Gerakan atau efek visual yang dinamis bisa membuat poster lebih menarik dan hidup.

3. Teks yang Jelas dan Menarik

  • Judul film: Pastikan judul film mudah dibaca dan sesuai dengan tema.
  • Tagline: Buat tagline yang singkat, menarik, dan mampu membangkitkan rasa ingin tahu. Misalnya, "Suara rakyat, suara kebenaran" atau "Demokrasi adalah kekuatan kita".
  • Informasi tambahan: Tuliskan informasi penting seperti tanggal rilis, sutradara, dan pemain utama.

4. Komposisi yang Seimbang

  • Tata letak: Atur elemen-elemen visual dan teks secara seimbang agar poster terlihat rapi dan menarik.
  • Fokus: Tentukan elemen mana yang ingin kamu tonjolkan dan berikan ruang yang cukup untuk elemen tersebut.

5. Nuansa yang Sesuai

  • Suasana: Sesuaikan nuansa poster dengan tone film. Jika filmmu bertema perjuangan, gunakan warna-warna yang lebih gelap dan tegas. Jika filmmu bertema optimisme, gunakan warna-warna yang lebih cerah dan ceria.

Contoh Tema dan Visual yang Bisa Digunakan:

  • Demokrasi yang rapuh: Gambar tangan yang merobek surat suara, warna-warna suram, font yang retak.
  • Demokrasi yang kuat: Gambar kerumunan orang yang bersorak, warna-warna cerah, font yang tegas.
  • Demokrasi dalam kehidupan sehari-hari: Gambar orang-orang yang berdiskusi, warna-warna pastel, font yang ramah.
  • Perjuangan untuk demokrasi: Gambar orang-orang yang berdemonstrasi, warna-warna berani, font yang provokatif.

Contoh Tagline:

  • "Suara Anda, Masa Depan Bangsa."
  • "Jangan Biarkan Uang Membungkam Suara Anda."
  • "Pilih yang Terbaik, Bukan yang Termahal."
  • "Demokrasi Bersih, Indonesia Maju."

Tips Tambahan:

  • Riset: Lihat poster film-film serupa untuk mendapatkan inspirasi.
  • Feedback/umpan balik: Tunjukkan desain postermu kepada orang lain dan minta pendapat mereka.
  • Uji coba: Jangan takut untuk mencoba berbagai kombinasi warna, font, dan tata letak.

Ingin membuat poster film yang lebih menarik? Kamu bisa menggunakan aplikasi desain grafis seperti Canva atau PicArt. Dengan menggabungkan unsur-unsur di atas, kamu bisa membuat poster film yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang kuat dan menginspirasi.