Kolaborasi bersama Kepala SMP N 1 Kelapa

Senang dan bangga karena bisa berbagi praktik baik dengan salah satu sekolah penggerak angkatan 2 di Kab. Bangka Barat. Terima kasih atas sambutannya yang hangat.

Si GoE macan (Implementasi Google Worskpace for Education dalam Pembelajaran Pasca Pandemi

Kolaborasi Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung dan Bengkulu

Praktik Baik Multimedia Pembelajaran Interaktif

Kolaborasi Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung dan Ketua MKKS SMP Bangka Barat

Vlog Tugas Akhir PembaTIK Level 4

Pembelajaran Inovatif Berbasis Proyek dengan Memanfaatakan TIK dan Bermuatan Kearifan Lokal

Tampilkan postingan dengan label Cerita Belajar.id. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Belajar.id. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Agustus 2021

Mudah Mengakses Data dengan Google Drive

 Cerita Belajar.id

Mudah Mengakses Data dengan Google Drive

Masalah

Siapa yang tidak mengenal Google? Hampir semua orang mengenalnya terkhusus bagi insan-insan pendidikan. Google sudah diibaratkan sebagai Maha Guru, karena Google tahu tentang apa saja. Di Indonesia Google mendapat panggilan akrab Mbah Google, panggilan ini mengisyaratkan bahwa bila ada pertanyaan, silakan tanyakan kepada si Mbah, Mbah yang tahu apa saja. Google pun menjadi sahabat dekat Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Peserta Didik. Sampai akhirnya masalah datang, Pandemi Covid 19 membuat kehidupan menjadi tak normal, semua sektor terdampak, termasuk sektor pendidikan. Kemudian diberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Harusnya hubungan antara Pendidik - Google - Peserta Didik menjadi semakin mesra di masa pandemi ini. Sayangnya yang terjadi justru sebaliknya, diluar perkiraan. Pendidik dari golongan tua nampak kebingungan untuk melaksanakan PJJ, sementara pendidik dari golongan muda umumnya mencari cari bagaimana agar PJJ berlangsung baik. Di sisi lain peserta didik di rumah menanti untuk dilibatkan dalam PJJ (diundang ke kelas virtual/daring).

 

Dampak

Konsistensi penyebaran virus corona di hampir seluruh Indonesia menimbulkan dampak yang luar biasa. Banyak sekolah diliburkan sementara, dibagi secara shift, dan tidak sedikit sekolah yang benar-benar ditiadakan secara tatap muka. 

Harusnya ini menjadi masalah yang sangat serius karena hal ini berakibat pada ketertinggalan bahkan kemunduran pendidikan di tanah air.

Guru dari golongan tua (khususnya yang memiliki keterbatasan dalam penguasaan IT akan benar-benar merasakan dampak dari pemberlakuan PJJ). Oleh sebab itu, guru/pendidik dari golongan muda yang kebetulan sedikit memahami harus hadir dan mendampingi para guru senior untuk mensukseskan PJJ.  

  

Solusi

Ada beberapa solusi bagi masalah ini:


  1. Kehadiran akun belajar.id adalah solusi terbaik pertama. Akun belajar.id adalah fasilitas yang sangat komplit yang bisa dimanfaatkan bagi pemiliknya untuk mendukung aktivitas kesehariannya. Setiap fitur / layanan yang ada dalam akun belajar sangat besar manfaatnya.  

Menurut saya bagi dunia pendidikan, PJJ adalah solusi terbaik agar kita tidak tertinggal. Tentu akan ada masalah disini, misalnya keterbatasan jaringan internet, ketiadaan alat belajar (gawai), lemahnya ekonomi rakyat akibat terdampak kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, dan sebagainya. Sederet alasan ini tak terbantahkan tapi bukan berarti kita harus pasrah dengan keadaan, bukan? Kita harus bangkit walaupun dengan keterbatasan bukan justru merengek-renget seperti bocah ingusan sambil mengutarakan kalimat demi kalimat keluhan.  

  1. Dinas Pendidikan di tiap Kabupaten bersinergi dengan setiap UPTD (Disertai MKKS, KKKS, KKG dan MGMP) untuk memetakan dampak pandemi bagi dunia pendidikan di Kabupaten tersebut. Hal ini berguna untuk menentukan langkah dan kebijakan ke depan.

  2. Kepala Sekolah bekerja sama dengan para pendidik dan tenaga kependidikan masing-masing mendata secara rinci keadaan peserta didik di sekolah masing-masing. Data ini dapat berupa ketersediaan sarana belajar daring (gawai), kuota internet, jaringan internet, dukungan orangtua/wali dan sebagainya.

  3. Pengaktifan forum orangtua/wali peserta didik untuk melakukan fungsi kontrol terhadap peserta didik yang belajar dari rumah.