Kolaborasi bersama Kepala SMP N 1 Kelapa

Senang dan bangga karena bisa berbagi praktik baik dengan salah satu sekolah penggerak angkatan 2 di Kab. Bangka Barat. Terima kasih atas sambutannya yang hangat.

Si GoE macan (Implementasi Google Worskpace for Education dalam Pembelajaran Pasca Pandemi

Kolaborasi Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung dan Bengkulu

Praktik Baik Multimedia Pembelajaran Interaktif

Kolaborasi Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung dan Ketua MKKS SMP Bangka Barat

Vlog Tugas Akhir PembaTIK Level 4

Pembelajaran Inovatif Berbasis Proyek dengan Memanfaatakan TIK dan Bermuatan Kearifan Lokal

Tampilkan postingan dengan label Bagi Sembako. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bagi Sembako. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Oktober 2023

Optimalisasi Akun Belajar.id dalam Literasi Digital SMP Negeri 4 Simpang Teritip

BagiSembako#12. SMP Negeri 4 Simpang Teritip. Setelah berbagi praktik baik di forum MKKS beberapa hari yang lalu, salah satu Kepala Sekolah yang ingin agar sekolahnya mendapatkan informasi terkait pemanfaatan TIK di sekolahnya adalah Bapak Rizal, S.Pd. Dalam sambuatannya beliau ingin agar tim pendidik di Sekolah yang Beliau pimpin bisa menerapkan praktik baik yang saya lakukan. Harapan beliau juga bahwa agar kegiatan hari ini bisa terus dilanjutkan karena beliau meyakini tidak mungkin para guru dapat memahami dengan baik bila kegiatan ini hanya dilaksanakan 1 hari saja. Selain akun belajar.id, beliau juga berpesan kepada saya agar pada kegiatan juga dibahas masalah Paltform Merdeka Mengajar (PMM) karena menurut beliau pemanfaatan PMM belum masif di sekolahnya. Hadir juga bersama kami Bapak Sumaryatno, S.Pd (pengawas sekolah) dan beliau membuka kegiatan ini secara resmi. Seperti biasa sebelum memulai presentasi saya akan memberikan asesmen awal untuk menggali sejauh mana pengetahuan peserta terhadapa materi yang akan saya sampaikan. Saya memulainya dengan pertanyaan, "Apa saja fitur akun belajar.id (Google Workspace for Education) yang sudah sering Bapak / Ibu guru manfaatkan dalam pembelajaran atau untuk menunjang tugas dan fungsi sebagai guru?" respon peserta adalah mereka sudah terbiasa menggunakan gmail dan google drive. Pertanyaan kedua yaitu "Siapa yang sudah menyelesaikan topik pelatihan mandiri dalam Platform Merdeka Mengajar?" jawaban peserta, hanya 1 orang yang sudah menyelesaikan 1 topik hingga aksi nyata. 

Setelah mendengar jawaban peserta atas asesmen awal yang saya berikan, saya merasa bahwa keputusan Kepala Sekolah memberikan izin kepada saya untuk berbagi praktik baik di sekolahnya adalah keputusan yang sangat tepat. Besar harapan saya setelah kegiatan ini agar akun belajar.id lebih dioptimalkan pemanfaatannya, PMM juga mulai dibuka lagi dan diikut pelatihan-pelatihan mandirinya hingga aksi nyata. Semua saya bagi tanpa ada yang saya batasi, artinya semua peserta bisa bertanya apa saja terkait 2 materi ini dan saya menjawab dengan kemampuan terbaik saya.  










 

Selasa, 24 Oktober 2023

Berbagi Dan Berkolaborasi di MGMP PPKN SMP Bangka Barat

BagiSembako#10. MGMP PPKN SMP Bangka Barat. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Kewarganegaraan / Pendidikan Pancasila kali ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kelapa. MGMP dihadiri langsung oleh Bapak Agus (pengawas mata pelajaran). Sebelum berbagi dan berkolaborasi disini saya terlebih dahulu meminta izin kepada ketua MGMP PPKN Bapak Budi, bahwa bila diizinkan saya ingin berbagi praktik baik yang saya lakukan di depan guru-guru PPKN kab. Bangka Barat. Ternyata Pak Budi memberikan izin kepada saya. Selanjutnya saya juga meminta izin kepada Bapak Agus selalu pengawas mata pelajaran. Jawaban Pak Agus, silakan saja tidak apa-apa. 
Saya mulai berbagi praktik baik pemanfaatan multimedia pembelajaran interaktif. Saya juga menjelaskan bagaimana cara membuatnya. Beberapa guru PPKN nampak langsung mencoba untuk mempraktikkan apa-apa yang saya jelaskan.  
Saya menjelaskan bagaimana cara membuat video pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi D-ID AI Presenters dari Canva, bagaimana membuat media pembelajaran menggunakan Google Slides, dan membuat game edukasi dengan aplikasi WordWall. Selanjutnya terkait validasi aksi nyata di PMM, saya memberikan tips bagaimana agar aksi nyata bisa dengan mudah divalidasi. Sebagai penutup saya menghimbau agar MGMP PPKN mendaftarkan komunitas belajarnya ke PMM agar bisa berbagi dan menginspirasi guru-guru di Indonesia. 



 

Webinar Si GoE macan (Implementasi Google Workspace for Educarion dalam Pembelajaran Pasca Pandemi)


BagiSembako#11. Kombel Belajar.id Babel PMM. Rangkaian kegiatan sahaBAt teknoloGI SEMangat BerbAgi Dan BerKOlaborasi episode 11 adalah melalui webinar Pendidikan di Komunitas Belajar.id Bangka Belitung Platform Merdeka Mengajar. Pandemi Covid 19 memang sudah berlalu, akan tetapi peristiwa penyebaran  virus ini mungkin tidak akan pernah kita lupakan. Semua sektor terkena dampaknya, begitu juga sektor pendidikan. Awalnya kita semua belum siap menerima cobaan ini, akan tetapi lambat laun kita mulai beradaptasi dengan situasi yang serba dibatasi dan diregulasi. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah satu-satunya solusi agar learning lost tidak semakin parah. Kemendikbudristek bekerja sama dengan Google akhirnya membekali para guru dan siswa dengan akun belajar.id (Google Workspace for Education). 
Kita bisa melakukan PJJ dengan Google Meet dengan fasilitas merekam (kala itu), sebagai Learning Management System ada Google Classroom yang Lengkap fitur-fiturnya, untuk menyimpan dan berbagi data ada Google Drive dengan kapasitas tak terbatas/unlimited (kala itu). Akun belajar.id benar-benar bisa membantu tugas kita sebagai guru. Nah, sekarang pandemi sudah hilang apakah kita akan tetap mengoptimalkan peran akun belajar.id? 
Pada webinar kali ini sebagai keynote speaker kami menghadirkan Ibu Rani Pramawanti, S.Pd (Duta Teknologi Bangka Belitung 2022). Sebagai narasumber saya sendiri Syarif Firdaus (Sahabat Teknologi Bangka Beliutng) dan Bu Novia Ayu Lestari (Sahabat Teknologi Bengkulu). Dalam sambutannya Ibu Rani mengucapkan selamat kepada kami sebagai peserta pembaTIK level 4. Disini kami disarankan untuk berbagi dan berkolaborasi, baik dengan sahabat teknologi di dalam provinsi dan sahabat teknologi dari provinsi yang lain, selain itu juga berkolaborasi dengan para duta teknologi. Tidak mudah membangun kolaborasi, saya sudah mengikuti pembaTIK dari tahun 2018 dan berhenti di tahun 2022. Bu Rani juga berpesan agar kami tetap semangat untuk berbagi dan berkolaborasi setelah program pembaTIK ini berakhir. 
Bu Novia menjadi narasumber pertama pada webinar Kali ini dengan materi Model Pembelajaran Berbasis Discovery Learning dengan Platform Teknologi QMAP (Quizizz Mastery Peak). Bu Novia juga membawa presentasi dengan alur STAR (Situasi, Tantangan, Aksi Dan Refleksi). Sebagai narasumber kedua saya terlebih dahulu mensosialisasikan program pembaTIK. Selanjutnya saya memaparkan material saya yaitu Modul Digital P5 Mudah, Murah, Meriah. Bagaimana cara saya memebuat modul digital? caranya adalah menggunakan fitur Google Sites dari Google Workspace for Education dan tentu saja didukung dengan platform teknologi yang lain seperti canva dan sebagainya.



 

Senin, 23 Oktober 2023

Sosialisasi Program PembaTIK dan Optimalisasi Pemanfaatan PMM ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga

 

BagiSembako#9. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga. Setelah sebelumnya pada Hari Jumat 20 Oktober 2023 Bapak Drs. Rukiman, M.Si Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan Dan Olahraga (Disdikpora) hadir dan membuka webinar yang kami selenggarakan di Kombel Sabahat PembaTIK Babel di PMM, besar harapan saya agar hari ini bisa melakukan audiensi dengan Pak Kadis. Setelah tiba di Kantor Disdikpora, ternyata Bapak sedang melaksanakan perjalanan dinas ke kota Madiun. Tapi saya tidak putus asa, saya mencoba untuk bertemu dengan Bapak Bastomi (Sekretaris Disdikpora). Saya disambut dengan baik dan mulai menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan. 

Pertama saya menjelaskan bahwa saya adalah salah satu dari 30 orang guru di Bangka Belitung yang terpilih dari program PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK). PembaTIK adalah program yang dilaksanakan setiap tahun yang terdiri dari 4 level yaitu, Level 1. Literasi, Level 2. Implementasi, Level 3. Kreasi dan Level 4. Berbagi dan Berkolaborasi. Puncak kegiatan ini adalah dipilihnya satu peserta terbaik menjadi Duta Teknologi Bangka Belitung. Saya juga meminta dukungan dari Disdikpora agar kedepan PembaTIK dapat lebih dipromosikan lagi, agar lebih banyak lagi guru yang mendaftar. Kabar baiknya adalah tahun ini peserta terbanyak PembaTIK Bangka Belitung berasal dari Bangka Barat. 








Kolaborasi dengan Ikatan Guru Indonesia Bangka Barat di SMP Negeri 2 Simpang Teritip

 












BagiSembako#8. 
SMP Negeri 2 Simpang Teritip. Ini adalah kolaborasi kedua bersama Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Simpang Teritip, setelah kolaborasi pertama di bulan Mei tahun 2022. Pada kolaborasi pertama saya mengangkat materi tentang optimalisasi akun belajar.id dalam pembelajaran. Pada kolaborasi kedua ini, sebelum berkoordinasi dengan Ibu Mie Mie sebagai Kepala Sekolah, saya juga berkoordinasi dengan Ketua Wilayah IGI Bangka Belitung Bapak Edwin Zaini, M.Pd untuk meminta izin kolaborasi dengan membawa organisasi profesi IGI Bangka Barat. Atas dukungan Ketua Wilayah IGI dan Ibu Kepala Sekolah maka terselenggaralah kegiatan ini. SMP Negeri 2 Simpang Teritip berada di Kecamatan Simpang Teritip, untuk kesana saya menempuh perjalanan darat selama 45 menit. Pukul 10.10 WIB saya tiba di Sekolah tersentuh dan langsung menuju ruang laboratorium komputer tempat dimana kegiatan berbagi praktik baik dilaksanakan. Pada saat masuk ruangan saya menyaksikan Ibu Lissalmi, S.Pd (guru penggerak angkatan 5) sedang melaksanakan presentasi praktik baiknya. Tentu saja saya ikut menyimak apa-apa yang disampaikan oleh beliau. 

Tibalah giliran saya untuk berbagi praktik baik, diawali dengan ucapan terima kasih karena sudah diberikan kesempatan untuk berbagi praktik baik. Atas permintaan Ibu Kepala Sekolah, saya diminta menyampaikan 3 hal: 

  1. Optimalisasi akun belajar.id dalam pembelajaran.
  2. Pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif.
  3. Tips untuk validasi aksi nyata di PMM.      
Seperti biasa dimenit awal saya akan menanyakan sejauh mana pemanfaatan fitur Google Workspace for Education oleh Bapak/Ibu guru. Dari respon yang diberikan, tentu sesuai dengan fakta dilapangan bahwa seiring berakhirnya pandemi, banyak fitur GWE yang mulai dilupakan. Tapi setidaknya Google Drive dan Google Forms masih menjadi andalan. Materi pertama saya akhiri dengan mengajak guru-guru mendaftar di Canva for Education dengan akun belajar.id masing-masing. 
Di sesi kedua saya menampilkan Multimedia Pembelajaran Interaktif yang saya buat dengan Google Sites. Tampak ketertarikan dari beberapa peserta, hal ini tampak ketika mereka langsung mencoba untuk mempraktikkan apa-apa yang saya demokan. Harapan saya agar mereka dapat menyusun MPI sederhana secara mandiri setelah kegiatan ini. Meskipun harus beberapa kali mengulang penjelasan, tapi itu tidak menyurutkan semangat saya untuk berbagi dan berkolaborasi. Setelah tuntas dengan Google Sites, saya pindah pada materi terakhir yaitu seputar Platform Merdeka Mengajar (PMM). Ternyata banyak guru belum optimal memanfaatkan PMM dan terkendala dalam menyelesaikan aksi nyata. Saya memberikan saran agar Bapak/Ibu guru tetap semangat mengikuti setiap topik yang direkomendasikan di PMM. Syarat agar aksi nyata divalidasi adalah ikuti setiap petunjuk/instruksi dalam pengerjaan aksi nyata, lalu jangan lupa untuk mendokumentasikan proses penyusunan aksi nyatanya, dokumentasikan juga proses sosialisasikan aksi nyata tersebut dan terakhir siapkan lembar umpan balik/refleksi dan jangan lupa untuk disisipkan pada aksi nyatanya. Setelah aksi nyata diposting di PMM, salin tautannya untuk dibagikan ke komunitas agar aksi nyatanya mendapatkan umpan balik di PMM.     











Jumat, 20 Oktober 2023

NGOPI SOBAT (Ngobrol Pintar dan Inspiratif bersama Sahabat Teknologi Bangka Belitung)

BagiSembako#7. Kombel Sahabat PembaTIK Babel PMM. Webinar Pendidikan NGOPI SOBAT menghadirkan Bapak Drs. Rukiman, M.Si (Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olaharaga Kab. Bangka Barat) sebagai keynote speaker. Selain Bapak Kepala Dinas kamis juga menghadirkan Bapak Dedi Sulaiman, S.Pd (Duta Teknologi Bangka Belitung 2021) sebagai keynote speaker kedua. 
Sebagai narasumber webinar yaitu:
  1. Syarif Firdaus, S.Pd.,Gr (Mengangat tema Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interkatif dalam Pembelajaran).
  2. Ujang Sugara, M.Pd (Membahas Pembelajaran dengan Video Pembelajaran dan Canva)
  3. Hence, S.Pd.,Gr (Membahas Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Kontekstual).
Dalam sambutannya Kepala Dinas menyambut baik atas terselenggaranya webinar ini, beliau juga mengungkapkan bahwa Kegiatan seperti ini adalah sesuatu yang beliau impikan dan beliau sangat Bangka karena kami bertiga bisa mewujudkannya. Bapak juga menyapa hangat peserta webinar dan berharap agar para peserta mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Dalam paparannya duta teknologi ikut bangga karena bisa bertemu dengan rekan-rekan kerja lama dari Bangka Barat. Diketahui sebelum berdinas di Bangka Selatan, Bapak Dedi sejak tahun 2009 sudah mengajar di beberapa sekolah swasta di kota Mentok. Kehadiran beliau dalam webinar seakan mengulang masa lalu, kata beliau sambil menyapa beberapa nama yang beliau kenal. 
Webinar dimulai dengan penampilan Bapak Ujang Sugara, M.Pd yang membawakan materi terkait pembelajaran berdiferensiasi dan Pemanfaatan Canva. Selanjutnya Bapak Hence, S.Pd.,Gr memaparkan praktik baiknya tentang Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran kontekstual. Sebagai narasumber terakhir saya sendiri Syarif Firdaus, S.PD.,Gr, saya membagikan praktik baik Pemanfaatan Multimedia Interaktif (MPI) dalam pembelajaran. Diawali dengan pertanyaan pemantik "Benarkah MPI dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam proses pembelajaran? Saya mengajar peserta menggunakan alur STAR untuk mengetahuinya Situation (situasi), Task (tantangan), Action (aksi), Result (hasil/refleksi).
Setelah kami bertiga menyelesaikan paparan, beberapa peserta mengajukan pertanyaan kepada kami. Kamipun menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara bergantian. 



 

Barbagi Praktik Baik di MGMP Bahasa Inggris SMP Bangka Barat












BagiSembako#6. MGMP Bahasa Inggris SMP Bangka Barat. Musyarawah Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kabupaten Bangka Barat mempunyai puluhan anggota yang tersebar di 6 kecamatan. Guru dari Sekolah swasta pun ikut bergabung dalam MGMP ini. Hadir pada MGMP Kali ini yaitu Ibu Tini Suryati, S.Pd (pengawas mata pelajaran). Mesipun beliau tidak bisa berlama-lama karena harus mengikuti penyegaran Fasilitator program guru penggerak, akan tetapi sempat memberikan sambutan sekaligus arahan kepada kami. Bu Tini sangat mendukung setiap langkah MGMP dan sangat berharap agar semua anggota MGMP Bahasa Inggris senantiasa bersemangat mengikuti kegiatan MGMP apapun bentuknya (luring atau daring) karena bila ada kemauan yang sangat kuat belajar bisa dilakukan dengan cara apapun. Sebagai ketua MGMP saya meminta maaf karena belum bisa mengadakan MGMP secara luring (tatap muka), hal ini dikarenakan aktivitas yang cukup padat. Pada intinya saya mencoba untuk meyakinkan rekan-rekan guru Bahasa Inggris bahwa meskipun diadakan secara daring maka tidak akan mengurangi makna penting dari MGMP. Ketika kita fokus dan serius dalam mengikuti MGMP secara daring maka hasilnya tetap akan sama dengan ketika mengikuti MGMP secara luring. Saya juga menyampaikan kepada seluruh peserta MGMP bahwa akan ada 2 narasumber pada hari ini, yaitu: Ibu Aminah, S.Pd dan Bapak Sudarno, S.Pd keduanya adalah guru Bahasa Inggris dan keduanya juga adalah guru penggerak angkatan 7 Bangka Barat. 

Pada materi pertama; Ibu Aminah menyampaikan presentasi terkait rendahnya Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) oleh guru-guru di Kab. Bangka Barat. Berdasarkan data dashboard yang ditampilkan oleh Bu Aminah, nampak bahwa para guru kurang antusias dalam menyelesaikan topik-topik pada pelatihan mandiri di dalam PMM. Bahkan ada guru yang belum menyelesaikan 1 topik pun. Hal ini membuat Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kep. Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan optimalisasi pemanfaatan PMM beberapa waktu yang lalu, Bu Aminah dan Pak Sudarno adalah salah dua pesertanya. 

Pada materi kedua; Pak Sudarno mempresentasikan mengenai rendahnya pemanfaatan komunitas belajar di dalam PMM, bahkan banyak Sekolah yang belum memiliki komunitas belajar. Selanjutnya Pak Sudarno juga membahas rendahnya minat guru dalam mengerjakan aksi nyata di PMM. Terkait kendala tersebut saya menjelaskan bahwa itu bisa diatasi dengan kemauan yang kuat dan mencoba untuk berkolaborasi. Guru harus kreatif dalam menyusun aksi nyata, apabila terkendala dengan ide maka guru bisa melihat karya-karya guru lain yang ada di PMM atau manfaatkanlah Artificial Intelligence (AI) untuk menemukan ide. Syarat agar aksi nyata disetujui oleh PMM adalah aksi nyata tersebut harus Sesuai dengan arahan/petunjuk di PMM, ikuti saja arahannya. Kemudian jangan lupa mendokumentasikan setiap aksi nyata yang dilakukan, lalu sosialisasikan dan terakhir mintalah umpan balik/respon atas aksi nyata tersebut. Semua ini (Karya aksi nyata, foto ketika penyusunan/saat diskusi, dilanjutkan dengan foto ketika aksi nyatanya disosialisasikan, dokumen refleksi/umpan balik).






Klik untuk melihat daftar hadir kegiatan ini

 

Kamis, 19 Oktober 2023

Bagi Sembako di SMA Negeri 1 Kelapa

 

BagiSembako#3. SMA Negeri 1 Kelapa. Ini adalah ketiga kalinya saya berbagi praktik baik di SMA Negeri 1 Kelapa. Alhamdulillah setiap Kali berbagi, selalu ramai sekali guru yang hadir dan  mengikuti. Semua guru dikumpulkan di gedung serbaguna SMA Negeri 1 Kelapa. Kegiatan Berbagi sempat tertunda karena hujan deras disertai petir. Setelah hujan cukup reda, kami memulai kegiatan.  Kali ini saya membagikan beberapa hal diantara:

  • Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interkatif dalam Pembelajaran.
  • Optimalisasi pemanfaatan akun belajar.id
  • Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM)
Sebagai perwakilan Kepala SMA Negeri 1 Kelapa, Ibu Aris Minarni, S.Pd membuka kegiatan dengan menyampaikan kata sambutan. Dalam sambutannya Ibu Minar berharap agar kegiatan berbagi praktik baik ini dapat diikuti dengan baik. Beliau juga sempat memperkenalkan saya karena guru-guru yang baru mungkin belum mengenal saya. Pesan Bu Minar kepada saya adalah agar Saya dapat memotivasi guru-guru Smansa Kelapa agar semangat mengikuti PembaTIK dan mengoptimalkan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar. 
Diawal presentasi tidak lupa saya memberikan pertanyaan bermuatan asesmen awal pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta terkait materi yang akan saya sampaikan. Dari pertanyaan tersebut diketahui bahwa akun belajar.id sudah cukup dimanfaatkan oleh para guru, beberapa guru belum mengetahui apa itu Multimedia Pembelajaran Interaktif, dan SMA Negeri 1 Kelapa belum mempunyai komunitas belajar namun sehari-hari mereka sering berdiskusi membahas masalah seputar pendidikan dan keadaan sekolah. Slide pertama saya adalah tentang apa saja praktik baik yang dilakukan oleh 30 besar PembaTIK level 4. Selanjutnya saya menjelaskan tahapan level PembaTIK mulai dari Level 1 (Literasi), Level 2 (Implementasi), Level 3 (Kreasi), dan Level 4 (Berbagi dan Berkolaborasi). Ditengah presentasi seorang guru mengajukan pertanyaan, "Izin bertanya Pak, saya pernah ikut PembaTIK tapi hanya sampai level 1, apakah Bapak punya solusi bagi saya?" Jawaban saya, ajaklah rekan-rekan sesama guru untuk ikut PembaTIK, buatlah group/komunitas yang nantinya bisa saling mengingatkan dan memotivasi apabila ada tugas yang harus diselesaikan, untuk level 2; jangan lupa dokumentasikan praktik baik pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang sudah Bapak lakukan, untuk level 3; Bapak boleh memilih ingin membuat media audio, video, atau multimedia pembelajaran interaktif, setiap tugas ini memiliki bobot nilai yang berbeda. Pada level 4 hanya akan dipilih sebanyak 30 orang peserta dari setiap provinsi. Tugas akhir PembaTIK level 4 adalah membuat Blog (cerita Berbagi dan Berkolaborasi Sahabat Teknologi) dan Vlog (dengan konten Pembelajaran inovatif yang berpihak kepada murid dan memanfaatkan platform teknologi.)
Berikutnya saya menampilkan MPI yang saya buat dan menjelaskan kegunaannya. Menyapa disebut multimedia? karena ada banyak media disini, diantaranya Google Slides, Canva, Word wall,dll. Menyapa disebut interaktif? karena media ini bisa berinteraksi dengan siswa, pada saat beraktivitas dengan MPI ini maka siswa akan langsung mendapatkan umpan balik. Sebagai materi terakhir saya menjelaskan tentang pentingnya PMM bagi guru sebagai sarana pengembangan diri. Harapan saya setelah kegiatan ini agar SMA Negeri 1 Kelapa segera membentuk komunitas belajar dan mendaftarkan komunitas tersebut di PMM.          

Klik untuk melihat daftar hadir kegiatan ini

Klik untuk melihat dokumentasi kegiatan ini 

Rabu, 18 Oktober 2023

Sahabat Teknologi Berbagi Praktik Baik di MKKS SMP Bangka Barat

BagiSembako#4. MKKS SMP Kab. Bangka Barat. Musyarawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kab. Bangka Barat bulan ini diadakan di SMP Negeri 3 Kelapa. Beberapa hari yang lalu saya sudah melakukan Berbagi Praktik Baik di sekolah ini. Hari ini tentu saja berbeda karena para Kepala Sekolah se Kabupaten Bangka Barat ada di forum ini. Ini tentu kesempatan yang langka. Saya berinisiatif menghubungi ketua MKKS Bapak Edwin Zaini, M.Pd dengan maksud meminta sedikit ruang dan waktu untuk membagikan praktik baik saya mengenai Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dalam pembelajaran. Sebelum melaksanakan presentasi, ada permintaan dari Bapak Edwin bahwa saya diminta memberikan contoh terkait Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam mendukung Pembelajaran. Saya merespon positif permintaan tersebut. 
Kegiatan MKKS ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan Dan Olahraga Bapak Drs. Rukiman, M.Si. Namun karena kesibukan beliau tidak bisa mengikuti MKKS ini sampai dengan selesai. Setelah presentasi selesai beberapa Kepala Sekolah menghampiri saya untuk meminta agar praktik baik ini bisa diimbaskan ke sekolah mereka. Saya menyambut baik undangan ini dan meminta agar para pimpinan Sekolah tersebut berkoordinasi dengan pimpinan saya agar saya bisa diberikan izin untuk berbagi praktik baik di sekolah lain.







Selasa, 17 Oktober 2023

Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interkatif dalam Pembelajaran

BagiSembako#3. Selasa 17 Oktober 2023

Tidak afdol rasanya ketika saya sering berbagi dan berkolaborasi dengan guru-guru diluar satuan pendidikan tempat saya mengajar tapi saya justru tidak berbagi dan berkolaborasi dengan rekan-rekan satu kantor. Maka hari selasa ini meskipun Kepala Sekolah sedang tidak berada ditempat karena dalam perjalanan dinas ke luar kota namun atas izin beliau melalui pesan whatsApps saya melaksanakan kegiatan ini di dalam komunitas belajar sekolah kami. 
Dikarenakan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar sudah sangat masif di sekolah kami, maka PMM tidak menjadi target berbagi praktik baik saya. Saya hanya pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dalam Pembelajaran Inovatif Bermuatan Kearifan Lokal. Kami sepakat bahwa para siswa sudah sangat akrab sekali dengan gawai/smartphone yang mereka miliki. Oleh sebab itu, ada Tantangan dimana sebagai guru kita harus bisa menghadirkan multimedia pembelajaran interaktif yang bisa menjadi penyeimbang pada fenomena ini. Sebagai guru kami juga sepakat bahwa menyuruh anak berhenti bermain gawai hanya akan menimbulkan masalah baru karena akan memunculkan penolakan keras dari anak. Salah satu usaha kita sebagai guru dalam mengalihkan perhatian anak pada permainan game online adalah dengan memberikan multimedia pembelajaran Interaktif yang juga online. 
Saya membuat MPI dengan Google Sites, selain itu ada banyak media di dalam MPI yang saya rancang, yaitu Canva, Google Docs, Google Slides, Youtube, Word wall, dan Google Forms. Selama menyimak presentasi saya, peserta tampak fokus dan langsung mempraktikkan apa-apa yang saya sampaikan dengan laptop mereka masing-masing. Saya berharap agar rekan-rekan guru di SMP Negeri 1 Kelapa tergerak untuk mulai membuat MPI sederhana untuk kemudian diaplikasikan di kelas.  









 

Sabtu, 14 Oktober 2023

Praktik Baik Pemanfaatan TIK dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

BagiSembako#2. Kombel Garuda Batik 22 PMM. GARUDA BATIK (Gerakan Guru Muda Berbagi TIK) menyelenggarakan 3 seri webinar Berbagi dan Berkolaborasi antar Sahabat Teknologi Nusantara, ini adalah seri pertama yang mengadirkan 3 narasumber dari 3 pulau yang berbeda yaitu Jawa, Bangka dan Lombok. Kolaborasi ini sudah terjalin selamat 1 tahun karena penggerak komunitas belajar Garuda Batik adalah runner up pembaTIK tahun 2022. 
Webinar seri pertama ini menghadirkan Bapak Dedi Sulaiman, S.Pd (Duta Teknologi Bangka Belitung 2021) sebagai keynote speaker. Sebagai Moderator pada kegiatan ini adalah Ibu Gusdepilast. J. S yang merupakan sahabat teknologi Sumatera Utara dan bertindak sebagai host Bapak Randy Oktari (sahabat teknologi Sumatera Selatan). Berikut ini narasumber webinar:
  1. Rofiana (Sahabat Teknologi D. I. Yogyakarta)
  2. Syarif Firdaus (Sahabat Teknologi Kep. Bangka Belitung)
  3. Panji Setiawan (Sahabat Teknologi Nusa Tenggara Barat)
Dalam sambutannya Pak Dedi (Duta Teknologi) menyambut baik terlaksananya kolaborasi ini, apalagi kolaborasi ini adalah kolaborasi lintas provinsi bahkan lintas pulau. Ini menandakan bahwa di era sekarang, untuk berbagi dan berkolaborasi dengan siapapun dan dari mana pun sangat dimungkinkan. Tidak lupa Pak Dedi memotivasi kami para sahabat teknologi untuk saling mendukung dalam mengikuti pembaTIK level 4 ini. 
Pada webinar ini saya membagikan praktik baik pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif dalam Pembelajaran. Saya membahasnya dengan alur STAR (Situasi-Tantangan-Aksi-Refleksi/hasil). Pada tahap situasi, kita sepakat bahwa teknologi informasi komunikasi berkembang dengan sangat pesat. Semua sektor tersentuh termasuk sektor pendidikan. Para siswa juga sudah sangat akrab dengan teknologi ini dan sebagai guru kita berkewajiban untuk mengalihkan anak yang bermain HP hanya untuk bermain ke bermain HP untuk belajar. Ini adalah tantangan bagi para guru di Indonesia untuk mengatur siasat membuat media / modul pembelajaran yang terintegrasi dengan TIK. Untuk membuat/menyusun media/modul berbasis TIK aksi awal yang bisa dilakukan guru adalah mengoptimalkan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM), disana guru dapat menemukan beragam referensi tentang praktik baik apa yang bisa Bapak/Ibu guru lakukan atau media/modul apa yang bisa Bapak/Ibu susun dengan mengadaptasi karya-karya guru yang ada di PMM. Hasil dari Pemanfaatan MPI adalah anak lebih senang belajar karena selain materi ajar, di dalam MPI terdapat asesmen yang dikemas dalam permainan.   
  
Klik untuk melihat daftar hadir kegiatan ini

Rabu, 11 Oktober 2023

Berbagi Praktik Baik Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif dalam Pembelajaran dan Optimalisasi Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM)

BagiSembako#1. Rabu, 11 Oktober 2023

SMP Negeri 3 Kelapa

BAGI SEMBAKO adalah akronim dari sahaBAt teknoloGI SEMangat BerbAgi dan berKOlaborasi. Saya mengawali giat ini di SMP Negeri 3 Kelapa, sekolah ini berjarak sekitar 7 km dari sekolah saya, berada di desa Pusuk. Setelah sempat berkoordinasi dengan Kepala Sekolahnya melalui whatsApps beberapa hari sebelumnya maka pada hari ini saya berangkat ke sekolah tersebut untuk berbagi praktik baik yang telah saya lakukan. Setiba di sekolah tersebut saya disambut hangat oleh Bapak Bakhtiar Ibrahim, S.Pd (Kepala Sekolah Muda dengan visi luar biasa). Beliau dulunya adalah guru mata pelajaran Bahasa Inggris dan sangat aktif di kepengurusan Musyarawah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten, saat ini beliau sedang menjalani Pendidikan Calon Guru Penggerak angkatan 9. Ini adalah tahun kedua Bapak Bakhtiar Ibrahim memimpin sekolah ini. 

Ada 10 orang pendidik dan tenaga kependidikan yang siap menerima paparannya praktik baik dari saya. Setelah Bapak Kepala Sekolah memberikan kata pengantar kegiatan saya pun memulai presentasi. Namun sebelum presentasi, saya mencoba untuk memberikan asesmen awal pembelajaran berupa pertanyaan sederhana, "Aplikasi digital apa yang sering Bapak/Ibu gunakan untuk mendukung proses pembelajaran?" Respon dari beberapa guru tampak ragu menyebutkan aplikasi-aplikasi yang ada diujung lidah mereka. Saya pun meyakinkan mereka untuk menyebutkan saja, tidak perlu ragu apalagi malu. Seakan berbisik ada guru yang menyebutkan Power Point, Google, Youtube, ... Saya pun menanggapi jawaban tersebut dengan positif. Berikutnya saya memulai presentasi yang mungkin akan sebentar saja karena hanya beberapa slide saja yang saya tayangkan, tentu saja merujuk alur STAR (Situation, Task, Action, Result) dengan pertanyaan pemantik Benarkah Multimedia Pembelajaran Interaktif dapat membuat pembelajaran menjadi lebih baik? Setelah presentasi selasai, beberapa dari guru nampak bertanya.

Pertanyaan pertama langsung dari Kepala Sekolah, "Bagaimana membuat tampilan MPI tadi dimana ada foto yang bisa berbicara?" Jawaban saya, saya menggunakan AI yang ada pada Aplikasi Canva for Education, nama aplikasinya adalah D-ID AI Presenters. Saya langsung mencontohkan cara membuatnya. Selanjutnya saya mencoba menjelaskan fitur Google Slides yang sebaiknya digunakan apabila guru ingin membuat media Pembelajaran yang menggunakan video youtube. Agar video yang diinput kedalam Google Slides tidak lagi mengandung iklan, saya juga mempraktikkan bagaimana cara melakukannya.

Materi terakhir saya adalah Optimalisasi Pemanfaatan Paltform Merdeka Mengajar (PMM). Ternyata di SMP Negeri 3 Kelapa belum ada komunitas belajar yang terdaftar di PMM, hal ini mungkin dikarenakan belum ada guru yang menuntaskan sekurang-kurangnya 2 modul wajib dalam PMM. Meski begitu saya berharap agar komunitas belajar di dalam sekolah tetap terbentuk.