Jumat, 20 Oktober 2023

Barbagi Praktik Baik di MGMP Bahasa Inggris SMP Bangka Barat












BagiSembako#6. MGMP Bahasa Inggris SMP Bangka Barat. Musyarawah Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kabupaten Bangka Barat mempunyai puluhan anggota yang tersebar di 6 kecamatan. Guru dari Sekolah swasta pun ikut bergabung dalam MGMP ini. Hadir pada MGMP Kali ini yaitu Ibu Tini Suryati, S.Pd (pengawas mata pelajaran). Mesipun beliau tidak bisa berlama-lama karena harus mengikuti penyegaran Fasilitator program guru penggerak, akan tetapi sempat memberikan sambutan sekaligus arahan kepada kami. Bu Tini sangat mendukung setiap langkah MGMP dan sangat berharap agar semua anggota MGMP Bahasa Inggris senantiasa bersemangat mengikuti kegiatan MGMP apapun bentuknya (luring atau daring) karena bila ada kemauan yang sangat kuat belajar bisa dilakukan dengan cara apapun. Sebagai ketua MGMP saya meminta maaf karena belum bisa mengadakan MGMP secara luring (tatap muka), hal ini dikarenakan aktivitas yang cukup padat. Pada intinya saya mencoba untuk meyakinkan rekan-rekan guru Bahasa Inggris bahwa meskipun diadakan secara daring maka tidak akan mengurangi makna penting dari MGMP. Ketika kita fokus dan serius dalam mengikuti MGMP secara daring maka hasilnya tetap akan sama dengan ketika mengikuti MGMP secara luring. Saya juga menyampaikan kepada seluruh peserta MGMP bahwa akan ada 2 narasumber pada hari ini, yaitu: Ibu Aminah, S.Pd dan Bapak Sudarno, S.Pd keduanya adalah guru Bahasa Inggris dan keduanya juga adalah guru penggerak angkatan 7 Bangka Barat. 

Pada materi pertama; Ibu Aminah menyampaikan presentasi terkait rendahnya Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) oleh guru-guru di Kab. Bangka Barat. Berdasarkan data dashboard yang ditampilkan oleh Bu Aminah, nampak bahwa para guru kurang antusias dalam menyelesaikan topik-topik pada pelatihan mandiri di dalam PMM. Bahkan ada guru yang belum menyelesaikan 1 topik pun. Hal ini membuat Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kep. Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan optimalisasi pemanfaatan PMM beberapa waktu yang lalu, Bu Aminah dan Pak Sudarno adalah salah dua pesertanya. 

Pada materi kedua; Pak Sudarno mempresentasikan mengenai rendahnya pemanfaatan komunitas belajar di dalam PMM, bahkan banyak Sekolah yang belum memiliki komunitas belajar. Selanjutnya Pak Sudarno juga membahas rendahnya minat guru dalam mengerjakan aksi nyata di PMM. Terkait kendala tersebut saya menjelaskan bahwa itu bisa diatasi dengan kemauan yang kuat dan mencoba untuk berkolaborasi. Guru harus kreatif dalam menyusun aksi nyata, apabila terkendala dengan ide maka guru bisa melihat karya-karya guru lain yang ada di PMM atau manfaatkanlah Artificial Intelligence (AI) untuk menemukan ide. Syarat agar aksi nyata disetujui oleh PMM adalah aksi nyata tersebut harus Sesuai dengan arahan/petunjuk di PMM, ikuti saja arahannya. Kemudian jangan lupa mendokumentasikan setiap aksi nyata yang dilakukan, lalu sosialisasikan dan terakhir mintalah umpan balik/respon atas aksi nyata tersebut. Semua ini (Karya aksi nyata, foto ketika penyusunan/saat diskusi, dilanjutkan dengan foto ketika aksi nyatanya disosialisasikan, dokumen refleksi/umpan balik).






Klik untuk melihat daftar hadir kegiatan ini

 

0 komentar:

Posting Komentar